Wajib Tahu: 4 Rute Terbaik dari Surabaya ke Blora
Perjalanan Darat dari Surabaya ke Blora

Arteesid.com - Perjalanan darat dari Surabaya ke Blora terbilang cukup fleksibel. Jaraknya sekitar 160–180 kilometer, tergantung jalur yang dipilih, dengan waktu tempuh rata-rata 3 hingga 5 jam. Meski sama-sama menuju Blora, pengalaman di jalan bisa sangat berbeda, tergantung apakah kamu memilih tol, jalur tengah, pantura, atau transportasi umum.
Blora sendiri dikenal sebagai wilayah timur Jawa Tengah yang tenang, identik dengan hutan jati, ladang minyak tua, dan nuansa kota kecil yang masih kental. Tak heran jika banyak orang dari Surabaya dan sekitarnya datang ke Blora untuk urusan keluarga, kerja, hingga sekadar 'menepi' sejenak dari hiruk-pikuk kota besar. Sebelum berangkat, ada baiknya kamu mengenal empat opsi rute utama berikut ini.
1. Jalur Tol Trans Jawa, Paling Cepat dan Praktis
Kalau target utama kamu adalah sampai secepat mungkin, jalur tol Trans Jawa masih jadi pilihan terbaik. Rute ini paling banyak digunakan pengendara mobil pribadi karena kondisi jalan yang relatif mulus dan minim hambatan. Dari Surabaya, kamu bisa langsung masuk Tol Surabaya–Mojokerto, lalu melanjutkan ke arah Jombang, Nganjuk, Madiun, hingga keluar di Gerbang Tol Ngawi atau Klitik. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan lewat jalur arteri menuju Blora, bisa melalui Cepu atau Randublatung.
Keunggulan utama jalur tol tentu soal waktu. Dalam kondisi lalu lintas normal, perjalanan bisa ditempuh sekitar 3–4 jam. Cocok buat kamu yang tidak ingin capek menyetir terlalu lama atau mengejar jadwal tertentu. Namun, tetap perhitungkan biaya tol dan bahan bakar, terutama jika bepergian rutin.
2. Jalur Non-Tol atau Jalur Tengah, Favorit Perjalanan Santai
Bagi yang ingin perjalanan lebih “berasa”, jalur non-tol atau jalur tengah bisa jadi alternatif menarik. Rute ini umumnya melewati Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Ngawi, lalu masuk ke Blora via Cepu atau Randublatung. Meski lebih lama, jalur ini menawarkan suasana khas kota-kota kecil Jawa Timur dan perbatasan Jawa Tengah. Kamu akan melewati pasar tradisional, persawahan, hingga pusat kuliner lokal yang menggoda untuk disinggahi.
Waktu tempuh biasanya di atas 4 jam, tergantung kepadatan lalu lintas, terutama di area perkotaan. Jalannya juga lebih sempit dan banyak persimpangan, jadi butuh ekstra fokus saat berkendara. Cocok buat kamu yang tidak terburu-buru dan ingin menghemat biaya tol.
3. Jalur Pantura, Memutar Tapi Penuh Cerita
Pilihan berikutnya adalah jalur utara atau pantura, meski rute ini jarang dipilih sebagai jalur utama Surabaya–Blora. Dari Surabaya, perjalanan diarahkan ke Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, lalu masuk ke Blora. Jalur ini cenderung lebih panjang dan memutar, namun punya daya tarik tersendiri. Sepanjang perjalanan, kamu bisa menikmati suasana pesisir utara Jawa, deretan warung seafood, hingga pemandangan laut di beberapa titik.
Kekurangannya, pantura dikenal rawan padat, terutama di jam-jam tertentu dan musim liburan. Truk besar juga cukup mendominasi jalur ini. Meski begitu, pantura tetap menarik bagi kamu yang ingin perjalanan bernuansa road trip santai dengan banyak persinggahan.
4. Transportasi Umum, Nyaman Tanpa Ribet Menyetir
Kalau tidak ingin repot menyetir, transportasi umum juga jadi opsi aman. Kereta api adalah pilihan paling nyaman, terutama dari Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Cepu. Cepu berada di wilayah Kabupaten Blora dan menjadi pintu masuk utama via jalur rel. Setibanya di Cepu, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan angkutan lokal, ojek, atau kendaraan sewaan menuju pusat Kota Blora. Selain kereta, bus dan travel antar kota juga tersedia dari Terminal Purabaya (Bungurasih) menuju Terminal Blora atau Ngawen.
Transportasi umum cocok buat kamu yang ingin perjalanan lebih santai, minim lelah, dan tidak perlu memikirkan rute atau kondisi jalan.
Sekilas Tentang Blora, Tenang dan Sarat Cerita
Blora bukan kota besar, tapi justru di situlah daya tariknya. Kabupaten ini dikenal sebagai daerah hutan jati, penghasil minyak dan gas sejak era kolonial, serta tanah kelahiran tokoh besar seperti Pramoedya Ananta Toer dan Tirto Adhi Soerjo. Selain kuliner khas seperti sate Blora, daerah ini juga punya wisata alam berupa goa, bukit kapur, hingga desa-desa dengan nuansa tradisional yang masih kuat. Infrastruktur modern memang tidak semewah kota besar, namun Blora menawarkan ketenangan yang pas untuk melepas penat.
Dengan memahami pilihan rute sejak awal, perjalanan dari Surabaya ke Blora bisa jadi lebih nyaman, efisien, dan sesuai dengan gaya traveling kamu.





.jpg
)






