Kerokan Bisa Atasi Angin Duduk, Ini Penjelasan Dokter

Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa

ARTEESID.COM - Banyak masyarakat masih percaya bahwa kerokan bisa meredakan angin duduk. Namun, hal ini lebih didasarkan pada sugesti daripada efek nyata. Angin duduk, yang secara medis disebut sebagai angina pektoris, bukanlah masuk angin biasa. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan aliran darah ke jantung, bukan hanya rasa tidak nyaman akibat udara dingin atau perubahan cuaca.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, menjelaskan bahwa sensasi kenyamanan yang dirasakan setelah kerokan hanya bersifat sementara dan tidak mengatasi penyebab utama angin duduk. "Kerokan memberikan penekanan pada otot, yang bisa membuat seseorang merasa lebih nyaman karena ada efek pelebaran pembuluh darah. Ditambah lagi, balsem atau bahan yang menimbulkan rasa hangat juga berkontribusi pada perasaan tersebut," katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa efek ini tidak berarti penyumbatan pembuluh darah telah teratasi. "Sebagian efeknya juga merupakan sugesti. Orang merasa lebih nyaman setelah dikerok, tetapi itu tidak menjelaskan atau membuka sumbatan yang sebenarnya terjadi. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai placebo effect," ujarnya.

Efek Hangat Hanya Sementara

dr. Pita menjelaskan bahwa balsem atau minyak yang digunakan saat kerokan memang dapat memberikan efek hangat pada tubuh. Efek tersebut memicu pelebaran pembuluh darah, tetapi hanya berlangsung singkat. "Pada saat tubuh mendapatkan rasa hangat, pembuluh darah memang akan melebar. Jadi ada efeknya, tetapi sifatnya instan dan tidak berlangsung lama," jelasnya.

Karena itu, kerokan maupun penggunaan balsem tidak dapat disamakan dengan terapi medis yang digunakan untuk menangani gangguan jantung. "Kalau balsem hanya memberikan efek jangka pendek. Berbeda dengan obat-obatan seperti nitrat atau pengencer darah yang efeknya lebih panjang dan memang ditujukan untuk membantu menangani kondisi yang mendasarinya," ungkapnya.

Pentingnya Mengunjungi Rumah Sakit

Oleh karena itu, dr. Pita mengingatkan masyarakat agar tidak mengandalkan kerokan ketika mengalami gejala angin duduk, seperti nyeri dada yang terasa tertekan, menjalar ke rahang atau lengan, serta muncul saat beristirahat. Menurutnya, pasien tetap harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

"Makanya tetap harus kita bawa ke IGD untuk penanganan lebih lanjut," tegasnya. Ia menambahkan, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung maupun komplikasi yang lebih serius apabila penyumbatan pembuluh darah tidak segera ditangani.

Baca Juga
Posting Komentar