MotoGP uji larangan perangkat start depan, pembalap keberatan

ARTEESID.COM - Uji coba start tanpa perangkat depan di MotoGP menimbulkan protes dari para pembalap. Mereka menyebut bahwa metode ini justru lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.
Upaya untuk meningkatkan keselamatan saat melakukan start balapan di MotoGP justru menuai penolakan dari para pembalap. Salah satu pembalap bahkan menyebut solusi yang diuji coba pada hari Jumat di Brno membuat momen start menjadi lebih berbahaya.
Pada hari Jumat di MotoGP Ceko, kebanyakan sesi latihan berjalan seperti biasa. Marc Marquez langsung tampil cepat, duo Aprilia lebih kencang di sore hari, KTM tampil kompetitif meski belum menjadi favorit utama, dan Yamaha masih terlihat kurang stabil.
Namun, ada hal yang berbeda di akhir hari, yaitu adanya sesi latihan start tambahan di akhir sesi Practice. Sesi latihan start setelah FP1 berjalan seperti biasa. Namun, sesi setelah Practice sore adalah hal baru yang diperkenalkan oleh MotoGP akhir pekan ini.
Tujuan dari uji coba ini adalah untuk menguji solusi potensial terkait masalah keselamatan saat start, yang sering terjadi dalam beberapa seri terakhir, termasuk balapan sebelumnya di Hungaria.
Solusi yang diuji coba adalah dengan menonaktifkan perangkat start depan (front start device) dan hanya mengaktifkan perangkat belakang saat lepas landas dari garis start. Ide di balik regulasi ini adalah agar proses pengereman di tikungan pertama terasa lebih "alami", karena pembalap akan mendapatkan jarak main suspensi (suspension travel) yang penuh saat mulai mengerem, sehingga mereka tidak perlu mengerem terlalu keras hanya demi "melepas kuncian" garpu depan.
Uji coba ini bersifat opsional, jadi tidak semua pembalap melakukan start tanpa perangkat depan. Namun, beberapa pembalap mencobanya, termasuk Pedro Acosta, yang memberikan kesan kurang positif.
"Menurut saya ini bahkan lebih berbahaya," kata Acosta. "Jika perangkat belakang masih aktif sementara bagian depan sudah normal, motor menjadi sulit dibelokkan. Bagian depan seperti terangkat. Selain itu, Anda bisa menyentuh belly pan dan jika ada lubang pada bagian tersebut, Anda bisa didiskualifikasi." tambahnya.
Sekarang masalahnya adalah bagian belakang kembali naik tergantung bagaimana kita menyetel perangkatnya, jadi manuver yang tidak alami ini durasinya menjadi lebih lama. "Karena alasan ini pula rasanya tidak sama. Saya rasa ini bukan hal yang paling aman." ujarnya.
Menurut saya, jika mereka ingin mempertahankan perangkat ini saat start, mereka juga harus bisa mempertahankannya di dalam trek. Namun, jika mereka memutuskan untuk menghapus semuanya saat start, saya pikir kita juga harus menghapusnya saat sedang berkendara selama balapan saat menggunakan ride height device.
"Pilihannya adalah pakai semuanya atau tidak sama sekali. Karena pada akhirnya, ini hanya masalah waktu sampai kita balapan tanpa perangkat itu. Ini hanya soal waktu empat bulan saja." tutupnya.
Masalah Keselamatan di Balik Uji Coba Start
Beberapa pembalap menyampaikan kekhawatiran terhadap uji coba start tanpa perangkat depan. Mereka merasa bahwa metode ini justru meningkatkan risiko kecelakaan. Dalam uji coba tersebut, pembalap harus mengandalkan perangkat belakang saja untuk memulai balapan, yang membuat pengendalian motor menjadi lebih sulit.
Selain itu, ada kemungkinan terjadinya kontak dengan bagian bawah motor (belly pan), yang bisa berdampak negatif pada performa dan keselamatan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa uji coba ini belum sepenuhnya siap untuk diterapkan secara resmi.
Tanggapan dari Pembalap Lain
Beberapa pembalap lain juga menyampaikan pendapat mereka tentang uji coba ini. Mereka menilai bahwa perubahan ini tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada kinerja motor selama balapan. Beberapa dari mereka berharap agar MotoGP dapat menemukan solusi yang lebih efektif dan aman.
Tantangan di Masa Depan
Meskipun uji coba ini dilakukan sebagai langkah awal, banyak pembalap mengatakan bahwa perangkat start harus dihapus sepenuhnya jika tidak mampu memberikan manfaat yang signifikan. Mereka percaya bahwa masa depan MotoGP akan melibatkan penghapusan perangkat start sepenuhnya, terlepas dari apakah uji coba ini berhasil atau tidak.
















