Transformasi Radikal: Syaikh Al-Zaytun dan 50 Profesor Rancang Strategi Baru Pendidikan Nasional

 


ARTEESID.COM - Sejak berdiri pada tahun 1999, Ma'had Al-Zaytun konsisten menerapkan model pendidikan inovatif melalui konsep One Pipe Education System dengan moto "Pesantren Spirit but Modern System". Sistem boarding school (sekolah berasrama) ini dinilai berhasil membawa pembaruan nyata bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Sinergi Ekosistem Pendidikan Lewat Simposium Setahun PenuhMemasuki usia ke-26 tahun, 

Ma'had Al-Zaytun mengambil langkah unik dengan memfasilitasi forum diskusi ilmiah berskala besar. Selama satu tahun penuh (1 Juni 2025 hingga 17 Mei 2026), sebuah simposium mingguan bertajuk "Pelatihan Pelaku Didik Menuju Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama" digelar secara konsisten.

Menariknya, forum ini tidak hanya melibatkan akademisi formal seperti pelajar, guru, dan dosen. Seluruh elemen pendukung dalam ekosistem sekolah juga dilibatkan secara aktif, meliputi:

  • Wali murid dan masyarakat umum.
  • Staf operasional internal (bagian konsumsi, kebersihan, dan keamanan).
  • Sektor agraris yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Penyangga Ketahanan Pangan Indonesia (P3KPI).

Langkah inklusif ini digadang-gadang akan mencatatkan sejarah baru bagi bangsa, mengulang semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang mengutamakan persatuan dan ilmu pengetahuan di atas ego golongan, suku, maupun agama.


Deklarasi Kebangsaan untuk Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Sebagai puncak dari rangkaian diskusi tersebut, momentum Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 dipilih untuk menyuarakan Deklarasi Kebangsaan Transformasi Pendidikan Nasional Berasrama. Rumusan gagasan revolusioner ini ditargetkan menjadi hadiah sekaligus rekomendasi kebijakan bagi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto demi membangun Indonesia yang maju, adil, dan berkelanjutan.

Tepat sehari sebelum deklarasi, pada 31 Mei 2026, puluhan profesor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berkumpul untuk menyatukan pemikiran. Mereka merumuskan jalan keluar atas mandeknya reformasi pendidikan nasional, agar generasi muda siap menghadapi tantangan global abad ke-21.

L-STEAMS: Formula Baru Menuju Indonesia Emas 2045

Pembaruan radikal (novum gradum) yang ditawarkan dalam rancangan ini adalah pergeseran fokus kurikulum. Jika sebelumnya sistem pendidikan banyak mengacu pada konsep STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), kini dikembangkan menjadi L-STEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Spiritual).

Untuk mengkonkretkan cetak biru (blueprint) ini dalam 20 tahun ke depan menuju Indonesia Emas 2045, diusulkan proyeksi pembangunan pusat pendidikan seluas 3.000 hektare yang tersebar merata di 500 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Syaikh Al-Zaytun, Syaikh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.Sos., M.P., menegaskan bahwa sejarah berdirinya Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan. Baginya, pembenahan mutu pendidikan merupakan satu-satunya solusi mutlak untuk mengatasi berbagai krisis multidimensi di tanah air, karena kemajuan sebuah bangsa sangat bergantung pada kualitas para pemimpin dan masyarakatnya yang terdidik.

Daftar Pakar dan Akademisi yang Terlibat:

      No      Nama Profesor / Cendekiawan

  1. Prof. Yohanes Surya, M.Sc., Ph.D.
  2. Prof. Dr. Imam Suprayogo, M.Pd.
  3. Prof. Dr. K. Ng. H. Imron Arifin, M.Pd.
  4. Prof. Dr. Ciek Julyati Hasyim, M.M., M.Si.
  5. Prof. Dr. Supriyoko, M.Pd.
  6. Prof. Drs. Triyono Bramantyo, M.Mus.Ed., Ph.D.
  7. Prof. Dr. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D.
  8. Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, S.H., M.H.
  9. Prof. Dr. Yeni Herdiyeni, S.Si., M.Komp.
  10. Prof. Dr. H. Uman Suherman AS., M.Pd., AHRA.
  11. Prof. Dr. Hamja, S.H., M.H.
  12. Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A.
  13. Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H.
  14. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S.
  15. Prof. Dr. H. Sugiyono, M.Pd.
  16. Prof. Dr. Rodiyah Tangwun, S.Pd., S.H., M.Si., C.ME.
  17. Prof. Dr. Muchtadi Intan Detiena, S.Si., M.Si.
  18. Prof. Dr. Andry Alamsyah, S.Si., M.Sc.
  19. Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D.
  20. Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D.
  21. Prof. Dr. Akhiruddin Maddu, M.Si.
  22. Prof. Dr. Jarnuzi Gunlazuardi, S.Si.
  23. Prof. Dr. Ir. H. Aswandi Idris, M.Si.
  24. Prof. Dr. H. Sanusi Uwes, M.Pd.
  25. Prof. Dr. Hertien Koosbandiah Surtikanti, M.Sc., ES.
  26. Prof. Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum.
  27. Prof. Dr. Mustanir, M.Sc.
  28. Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si.
  29. Prof. Dr. Momon Sidik Imanudin, S.P., M.Sc.
  30. Prof. Dr. Paschalis Maria Laksono, M.A.
  31. Prof. Ali Zum Mashar
  32. Prof. Dr. Momon Sidik Imanudin, S.P., M.Sc.
  33. Prof. Dr. Paschalis Maria Laksono, M.A.
  34. Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR.
  35. Prof. Dr. Giyatmi, M.Si.
  36. Prof. Dr. Ir. Imam Rahayu Hidayati Soesanto, M.S.
  37. Prof. Dr. Dhini Dewiyanti Tantarto, M.T., Ir.
  38. Prof. Buyung Sarita, S.E., M.Si., Ph.D.
  39. Prof. Dr. Ir. Hari Eko Irianto
  40. Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D.
  41. Prof. Mahyuni, M.A., Ph.D.
  42. Prof. Dr. Hanif Fakhrurroja, S.Si., M.T.
  43. Prof. Dr. Drs. Nur Sahid, M.Hum.
  44. Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng.
  45. Prof. Dr. Musakkir, S.H., M.H.
  46. Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, S.Ag., M.A.
  47. Prof. Dr. Ir. Gembong Priyatmo Arbyantono, M.Sc.
  48. Prof. Dr. H. Abdul Hadi Sirat, S.E., M.Si.
  49. Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S.
  50. Prof. Dr. H. Ermaya Suryadinata, S.H., M.H., M.S.
  51. Prof. Ir. Zulkifli Nasution, M.Sc., Ph.D.

(Amri-untuk Indonesia)

Sumber : Lognews

Baca Juga
Posting Komentar