Wisatawan ASEAN Mendominasi Kunjungan ke Yogyakarta

Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Yogyakarta
ARTEESID.COM - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada April 2026. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mencapai 8.689 kunjungan. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 33,06 persen dibandingkan dengan bulan Maret 2026 dan meningkat 21,78 persen jika dibandingkan dengan April 2025.
Secara akumulatif, selama caturwulan pertama atau periode Januari hingga April 2026, arus kedatangan pelancong asing ke Yogyakarta mencapai 29.394 kunjungan. Ini berarti peningkatan sebesar 27,11 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
Domestik dan Asing: Kedua Sisi Pengunjung
Mayoritas wisatawan asing berasal dari Malaysia dengan jumlah kedatangan sebanyak 3.267 orang, atau setara dengan 37,60 persen dari total jumlah turis mancanegara pada April 2026. Diikuti oleh Singapura dengan 1.113 kunjungan dan Tiongkok dengan 504 kunjungan. Negara-negara ASEAN masih mendominasi pasar wisata internasional dengan menyumbang 5.462 kunjungan atau sekitar 62,86 persen. Selanjutnya adalah wisatawan asal Eropa dengan 1.581 kunjungan dan wisatawan dari kawasan Asia di luar lingkungan ASEAN sebanyak 1.107 kunjungan.
Selain wisman, arus pergerakan wisatawan domestik juga mengalami peningkatan. Pada April 2026, tercatat sebanyak 3,59 juta pergerakan wisatawan nusantara. Angka tersebut naik 4,55 persen dibandingkan Maret 2026 dan meningkat 5,92 persen jika dibandingkan April 2025. Sebanyak 59,51 persen perjalanan berasal dari luar provinsi DIY, sedangkan sisanya 40,49 persen merupakan aktivitas perjalanan lokal di dalam wilayah Yogyakarta sendiri.
Secara kumulatif, jumlah mobilitas pelancong domestik yang menuju ke Yogyakarta pada Januari hingga April 2026 mencapai 13,97 juta perjalanan. Meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka ini menunjukkan bahwa DIY tetap menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.
Perbandingan Wilayah Tujuan
Berdasarkan wilayah tujuan, Kota Yogyakarta mencatat pertumbuhan sebesar 20,38 persen perjalanan wisatawan domestik pada April 2026 dibandingkan Maret 2026. Kabupaten Sleman berada di posisi kedua dengan pertumbuhan tipis sebesar 0,99 persen. Namun, Kabupaten Kulon Progo justru mengalami penurunan terdalam, yaitu 34,69 persen jika dikomparasikan dengan raihan bulan Maret 2026.
Tingkat Okupansi Hotel
Peningkatan aktivitas wisata juga mendorong sektor akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar untuk kategori hotel berbintang pada April 2026 tercatat sebesar 48,23 persen, atau meningkat 9,52 poin dibandingkan dengan performa bulan Maret 2026. Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar hotel non bintang dan akomodasi lainnya sebesar 24,97, atau naik 3,83 poin dari bulan sebelumnya. Meski demikian, tingkat okupansi tersebut masih sedikit berada di bawah capaian April 2025.
Durasi rata-rata lama menginap para tamu di hotel berbintang pada April 2026 berada pada angka 1,55 malam, meningkat dari 1,48 malam pada Maret 2026. Pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, rata-rata durasi tamu menginap selama 1,20 malam.
Secara keseluruhan, jumlah tamu yang menginap di berbagai hotel di DIY pada April 2026 mencapai 701.094 orang, atau melonjak sebesar 17,80 persen dari bulan Maret 2026. Sebagian besar tamu merupakan pelancong domestik sebanyak 680.762 orang atau merepresentasikan 97,10 persen dari total keseluruhan. Adapun wisman tercatat sebanyak 20.332 orang atau setara 2,90 persen. Sebanyak 61,17 persen memilih untuk menghabiskan malam di hotel berbintang, sedangkan 38,83 persen sisanya lebih memilih menjatuhkan pilihan pada hotel nonbintang.
















