Al-Zaytun Kembali Memikat Hati Masyarakat Indonesia Timur

 ARTEESID.COM - Antusiasme menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ma'had Al-Zaytun Tahun Ajaran 2026/2027 datang dari berbagai pelosok negeri. Salah satu kisah menarik datang dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang calon siswa bernama Khidir, bersama ayahnya, Saifuddin, rela menempuh perjalanan laut dan darat selama tiga hari dua malam demi mendaftar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Zaytun.

Foto : Pelajaar bernama Khaidir dari NTT

Perjalanan panjang dimulai pada 20 Juni 2026 menggunakan kapal menuju Surabaya, lalu singgah di Malang, hingga akhirnya tiba di Indramayu pada Kamis, 25 Juni 2026.

Daya Tarik Al-Zaytun di Mata Khidir dan Orang Tua

Ada beberapa alasan kuat yang membulatkan tekad lulusan SD Muhammadiyah 2 Kupang ini untuk merantau jauh:
  • Lingkungan yang Asri: Khidir mengaku terpikat dengan suasana Al-Zaytun yang hijau dan rindang penuh pepohonan, pemandangan yang kontras dengan daerah asalnya.
  • Pergaulan yang Luas: Ia termotivasi untuk menjalin pertemanan dengan anak-anak dari berbagai latar belakang daerah di Indonesia.
  • Faktor Kemandirian: Sang ayah, Saifuddin, berharap sistem berasrama di Al-Zaytun dapat membentuk putranya menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa.

Keputusan Saifuddin untuk memilih Al-Zaytun makin mantap setelah sering menyaksikan tayangan di Lognews TV, yang memberikan gambaran utuh dan objektif mengenai fasilitas serta kehidupan para santri di sana.

Kepercayaan Turun-Temurun Keluarga Asal Serpong

Selain cerita dari Indonesia Timur, loyalitas terhadap sistem pendidikan Al-Zaytun juga ditunjukkan oleh Karlina, seorang ibu asal Serpong, Tangerang Selatan.

Foto : Ibu Karlina dari Serpong Tangerang Selatan yang berhasil menyekolahkan 9 anaknya di Mahad Al Zaytun

Tahun ini, ia mendaftarkan anak bungsunya (anak kesembilan), Akmal Majid Ramadan, ke jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menariknya, rekam jejak keluarga Karlina di Al-Zaytun sangat kental:

  • 5 anak sudah menjadi alumni.
  • 3 anak masih aktif menempuh pendidikan.
  • 1 anak (Akmal) baru saja mendaftar.

Dengan masuknya Akmal, kini ada empat anaknya yang menempuh studi bersamaan di Al-Zaytun. Menurut Karlina, keputusan ini didasari oleh rasa percaya yang mendalam pada sistem pendidikan pesantren tersebut, ditambah keinginan kuat dari Akmal sendiri yang ingin menyusul kakak-kakaknya.

Catatan PPDB: Proses pendaftaran PPDB Ma'had Al-Zaytun berlangsung hingga 27 Juni 2026. Pihak panitia memproyeksikan angka pendaftar akan terus melonjak seiring kedatangan gelombang rombongan calon santri dari berbagai wilayah di hari-hari terakhir pendaftaran.

Baca Juga
Posting Komentar