7 Reptil Langka yang Melahirkan, Tidak Biasa!
Peran Reptil dalam Dunia Hewan
ARTEESID.COM - Salah satu ciri khas dari reptil adalah bereproduksi dengan cara bertelur. Namun, ada beberapa spesies yang bereproduksi dengan cara melahirkan, baik itu vivipar maupun ovovivipar. Kedua jenis reproduksi ini memiliki perbedaan mendasar dalam proses perkembangan embrio dan interaksi dengan induknya.
Pada reproduksi vivipar, embrio berkembang di dalam tubuh induknya. Pada hewan vivipar, janin terus mendapatkan asupan nutrisi dari induk melalui plasenta. Saat organ sudah berkembang secara sempurna, bayi akan segera dilahirkan. Jenis perkembangbiakan ini biasanya dimiliki oleh mamalia. Sementara itu, pada ovovivipar, embrio sebenarnya berkembang di dalam telur, tetapi telur ini tetap berada di dalam tubuh induknya. Lalu, begitu telur menetas, bayi akan dikeluarkan dari tubuh induknya, seolah-olah induk hewan tersebut melahirkan anaknya.
Berikut ini adalah beberapa spesies reptil yang bereproduksi dengan cara melahirkan:
1. Bunglon Jackson

Bunglon Jackson adalah salah satu spesies bunglon paling populer sebagai hewan peliharaan. Mereka adalah spesies bunglon bertubuh kecil dan berwarna unik yang memiliki perilaku menarik. Bunglon Jackson bereproduksi dengan cara melahirkan, lebih tepatnya ovovivipar. Saat anak-anaknya lahir, selaput tipis yang membungkusnya segera pecah dan keturunannya menjadi sepenuhnya mandiri dari perawatan induk.
2. Anaconda

Anaconda adalah ular ovovivipar yang hidup di rawa-rawa. Saat sedang mengandung, anaconda betina menyimpan telur yang sedang berkembang di dalam tubuhnya. Induk anaconda harus menjaga suhu internal yang ideal agar telur-telurnya dapat berkembang dengan baik. Anaconda betina biasanya akan melahirkan antara 15 dan 40 anak. Setiap bayi ular benar-benar mandiri setelah lahir.
3. Phrynocephalus vlangalii

Phrynocephalus vlangalii adalah kadal yang berkembang biak secara vivipar, di mana kadal betina melahirkan anak layaknya mamalia. Betina cenderung memiliki satu pasangan. Sebaliknya, kawin berkali-kali dan kawin paksa bisa berakibat fatal. Kadal betina sangat agresif terhadap betina lain dan akan berusaha menjaga pasangannya. Spesies kadal ini tidak bermigrasi, mereka cenderung berkumpul dalam kelompok yang lebih memiliki hubungan kekerabatan.
4. Garter

Ular garter termasuk dalam keluarga colubrid. Mereka melahirkan anaknya melalui reproduksi ovovivipar. Siklus reproduksi ular garter sangat menarik dari awal hingga akhir. Saat musim kawin tiba, seekor garter betina akan didekati oleh banyak pejantan sehingga menciptakan kelompok perkembangbiakan besar-besaran. Seekor betina bisa kawin dengan 25 pejantan.
5. Ular white-lipped

Ular white-lipped memiliki nama ilmiah Drysdalia coronoides. Mereka adalah spesies ular elapid berukuran kecil. Ular ini sangat agresif sehingga jarang dipilih sebagai hewan peliharaan oleh para pecinta reptil. Ular white-lipped bersifat vivipar dan kemungkinan besar berevolusi untuk melahirkan anak karena mereka tinggal di habitat beriklim dingin. Di siang hari, ular ini akan keluar dari sarang dan berjemur di bawah sinar matahari.
6. Slow worm

Slow worm bukanlah cacing, bukan pula ular. Mereka adalah kadal tak berkaki yang kerap disalahartikan sebagai ular. Slow worm bersifat ovovivipar, yang artinya menyimpan telur di dalam tubuhnya, lalu melahirkan anak setelah menetas. Slow worm melahirkan anaknya pada akhir musim panas. Jika beruntung, bayi slow worm akan bertahan hidup hingga dewasa dan hidup sangat panjang. Faktanya, slow worm dianggap sebagai spesies kadal yang berumur paling lama di dunia. Mereka dapat hidup selama lebih dari 30 tahun di alam liar, dan lebih dari 54 tahun di penangkaran.
7. Boa Pohon Amazon

Boa Pohon Amazon adalah spesies ular arboreal yang mencakup dua subspesies, Corallus hortulanus hortulanus dan Corallus hortulanus cooki. Corallus hortulanus hortulanus ditemukan di Amazon dan sudut Tenggara Brasil, sedangkan Corallus hortulanus cooki hidup di Amerika Tengah bagian selatan dan negara-negara seperti Kolombia dan Venezuela. Masa kehamilan Boa Pohon Amazon adalah selama 6 hingga 8 bulan. Setelah itu, ular betina akan melahirkan anak yang sepenuhnya mandiri dan tidak bergantung pada induknya. Boa Pohon Amazon mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 3 tahun.
Dengan demikian, meskipun sebagian besar reptil bereproduksi dengan cara bertelur, tetapi ada segelintir yang melahirkan anaknya. Informasi ini bisa menambah minatmu terhadap dunia satwa, ya!




















