Connie Rahakundini: Al-Zaytun Layak Menjadi Teladan bagi Sistem Pendidikan Indonesia
ARTEESID.COM - Pengamat militer dan pertahanan Prof. Connie Rahakundini Bakrie, M.Si., menilai Ma'had Al-Zaytun merupakan salah satu model pendidikan yang layak dijadikan teladan bagi Indonesia. Hal itu disampaikannya usai menghadiri rangkaian Milad ke-80 Syaykh Al-Zaytun di Grand Musholla Rahmatan Lil Alamin, Kampus Ma'had Al-Zaytun, Indramayu.
Dalam doorstop bersama LognewsMedia, Prof. Connie menyampaikan apresiasinya terhadap capaian yang telah dibangun Syaykh Al-Zaytun selama puluhan tahun dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang mandiri dan berorientasi pada masa depan.
Al-Zaytun Dinilai Menjadi Teladan Pendidikan Nasional
Menurut Prof. Connie, apa yang telah diwujudkan Syaykh Al-Zaytun hingga usia ke-80 merupakan sebuah pencapaian yang patut dicontoh dan dikembangkan lebih luas.
"Menurut saya, Al-Zaytun adalah sebuah teladan. Apa yang telah dicapai oleh Syaykh Al-Zaytun hingga usia 80 tahun ini patut menjadi contoh dan disebarluaskan ke seluruh pesantren di Indonesia," ujarnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya relevan bagi lingkungan pesantren, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh lembaga pendidikan di Indonesia.
Inspirasi bagi Semua Lembaga Pendidikan
Prof. Connie menegaskan bahwa praktik baik yang dikembangkan Al-Zaytun semestinya tidak dibatasi oleh latar belakang agama maupun jenis lembaga pendidikan.
"Bahkan bukan hanya untuk pesantren, tetapi juga bagi seluruh sistem pendidikan, baik pendidikan yang berada di lingkungan gereja, Buddha, Hindu, maupun lembaga pendidikan lainnya. Kalau bisa, semangat dan praktik baik yang dikembangkan di Al-Zaytun menjadi inspirasi bagi seluruh sistem pendidikan rakyat Indonesia," katanya.
Menurutnya, nilai utama yang dibangun Al-Zaytun adalah semangat membangun pendidikan yang inklusif, maju, dan mampu menjawab tantangan zaman.
STEM Menjadi Pekerjaan Rumah Pendidikan Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Connie juga menyinggung materi orasi ilmiah yang disampaikan Dr. (H.C.) Gita Irawan Wirjawan mengenai pentingnya penguatan pendidikan berbasis STEM, yakni Science, Technology, Engineering, dan Mathematics.
Ia menilai pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia.
"Sekali lagi, apa yang tadi disampaikan Pak Gita mengenai STEM menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Beliau mengingatkan bahwa pendidikan Indonesia masih menghadapi ketertinggalan, terutama dalam bidang energi, teknologi, dan berbagai aspek strategis lainnya," ungkapnya.
Kolaborasi untuk Mengejar Ketertinggalan
Prof. Connie berharap semangat yang dibangun Ma'had Al-Zaytun dapat menjadi salah satu pendorong percepatan kemajuan pendidikan nasional.
Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan di berbagai sektor strategis melalui penguatan kualitas pendidikan.
"Semoga ketertinggalan tersebut dapat kita kejar bersama-sama melalui semangat yang dibangun Al-Zaytun, serta kolaborasi semua pihak untuk memajukan pendidikan Indonesia," tutupnya. (Sahil Untuk Indonesia)
Sumber : Lognews






















