Bahaya lemak perut picu komplikasi gula darah tinggi, rusak sensitivitas insulin

ARTEESID.COM - Lemak perut turut memengaruhi kadar gula darah. Ada yang namanya Diabetes Belly atau perut buncit akibat diabetes. Lemak di area tengah tubuh yang menumpuk lebih dalam di rongga perut disebut lemak viseral, mengelilingi organ-organ dalam tubuh.

Kelly Wood, dokter endokrinologi, memaparkan, istilah ini muncul karena penumpukan lemak yang meningkatkan risiko gula darah tinggi atau diabetes tipe 2. Selain gula darah tinggi, lemak viseral juga dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi.

Mengapa lemak perut meningkatkan gula darah?

Dilansir dari Healthline.com, kelebihan lemak perut dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena jenis lemak ini memengaruhi cara tubuh memetabolisme gula darah.

Terdapat pula kaitan antara kelebihan lemak di hati dan lemak viseral. Lemak ini dapat memengaruhi fungsi hati, cara tubuh memetabolisme gula, serta cara tubuh menggunakan insulin.

Lemak viseral di perut juga dapat memicu peradangan yang pada gilirannya dapat memengaruhi metabolisme insulin.

Kaitan antara lemak perut dan resistensi insulin

Lemak perut tak hanya mengganggu penampilan, lemak viseral ini secara aktif melepaskan hormon dan zat kimia pemicu peradangan yang memperburuk resistensi insulin. Lemak perut melepaskan zat-zat pemicu peradangan dan peradangan memperburuk resistensi insulin.

Siklus ini dapat berlangsung secara diam-diam selama bertahun-tahun, meningkatkan risiko gula darah tinggi, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.

Tanda-tanda resistensi insulin yang tidak boleh diabaikan

Mengenali tanda-tanda peringatan dini dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang:

  • Lingkar pinggang yang bertambah besar
  • Skin tag atau bercak gelap di belakang leher
  • Kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Kelelahan yang terus-menerus
  • Kadar gula darah puasa yang meningkat
  • Trigliserida tinggi
  • Kolesterol baik (HDL) rendah
  • Tekanan darah tinggi

Kondisi-kondisi ini sering dikaitkan dengan gejala sindrom metabolik, suatu kondisi yang sangat erat hubungannya dengan penyakit jantung dan diabetes.

Kaitan antara prediabetes dan lemak perut

Prediabetes terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, namun belum mencapai tingkat diabetes. Banyak pasien prediabetes memiliki kelebihan lemak di area perut.

Tanpa penanganan, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam beberapa tahun. Untungnya, penanganan dini seperti perubahan gaya hidup dan panduan medi dapat menghentikan atau membalikkan perkembangan kondisi ini.

Tips mengurangi lemak perut untuk menurunkan gula darah

Anda mungkin berisiko terkena diabetes jika ukuran lingkar pinggang sekitar >94 cm (pria) atau >80 cm (wanita). Kabar baiknya, lemak viseral merespons dengan baik terhadap perubahan gaya hidup seperti berikut:

1. Berolahraga secara teratur

Latihan aerobik dan latihan kekuatan otot adalah cara yang efektif untuk mengurangi lemak viseral. Usahakan untuk melakukan aktivitas intensitas sedang setidaknya selama 30 menit, lima hari dalam seminggu.

2. Konsumsi makanan sehat

Fokuslah pada buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan lemak sehat. Kurangi konsumsi makanan olahan, minuman manis, dan karbohidrat olahan.

Makanan-makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah dan mendorong penumpukan lemak.

3. Batasi konsumsi alkohol

Menghindari alkohol adalah langkah cerdas untuk mengurangi lemak perut. Alkohol mengandung tinggi karbohidrat dan gula yang bisa memicu resistensi insulin.

4. Kelola stres dengan baik

Stres kronis meningkatkan produksi kortisol yang dapat memicu tubuh memproduksi lebih banyak lemak viseral. Praktik mindfulness, meditasi, atau yoga dapat membantu mengelola gula darah.

5. Prioritaskan tidur yang cukup

Kualitas tidur yang buruk dan kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan lemak viseral. Usahakan untuk mendapatkan tidur berkualitas selama 7-9 jam setiap malam.

Sekian informasi mengenai lemak perut turut memengaruhi kadar gula darah, semoga membantu.

Baca Juga
Posting Komentar