Harus masuk gang, ada kuliner legendaris Klaten, Ayam Panggang Ny. Anggriani berdiri sejak 1950-an

ARTEESID.COM - Mencari kuliner legendaris terkadang membawa wisatawan ke tempat-tempat yang tidak disangka.

Di Klaten, Jawa Tengah, salah satunya adalah Ayam Panggang Ny. Anggriani. Untuk mencicipinya, pengunjung harus masuk ke sebuah gang yang berada tidak jauh dari kawasan pusat kota.

Warung tersebut beralamat di Jalan Rajawali, Gang Beruang Nomor 5, Losmenan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten.

Meski lokasinya berada di dalam gang, Ayam Panggang Ny. Anggriani telah dikenal selama puluhan tahun. Warung ini disebut sudah mulai berjualan sejak 1950-an dan mampu bertahan hingga sekarang melalui tiga generasi.

Bagi pencinta kuliner tradisional, perjalanan panjang tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Bertahan Sejak 1950-an

Lebih dari setengah abad bukan waktu yang sebentar bagi sebuah usaha kuliner untuk bertahan. Namun, Ayam Panggang Ny. Anggriani mampu melewati berbagai perubahan zaman dan tetap mempertahankan menu andalannya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah jenis ayam yang digunakan.

Ayam panggang di warung tersebut menggunakan ayam pejantan, bukan ayam negeri maupun ayam kampung.

Menurut Nana, pegawai Ayam Panggang Ny. Anggriani, penggunaan ayam pejantan dipilih karena kebutuhan ayam dalam jumlah banyak tidak selalu dapat dipenuhi jika menggunakan ayam kampung.

"Ayamnya pejantan, kalau kampung kuotanya tidak memadai, (butuhnya) pastikan banyak," ungkap Nana saat ditemui , Rabu (26/8/2026).

Namun, bukan hanya jenis ayam yang membuat hidangan ini memiliki cita rasa khas. Ada satu bagian dari sajian yang menjadi pembeda, yakni penggunaan areh.

Gurih Kelapa Jadi Ciri Khas

Bagi yang baru pertama kali mencicipinya, rasa gurih dari kelapa akan cukup terasa pada ayam panggang ini. Rasa tersebut berasal dari areh yang digunakan sebagai bagian dari sajian.

Nana mengatakan, cita rasa kelapa yang kuat memang sengaja dipertahankan karena sudah menjadi ciri khas Ayam Panggang Ny. Anggriani.

"Emang itu buat ciri khasnya, kan ada arehnya to," lanjutnya.

Cita rasa tersebut menjadi bagian dari resep yang dipertahankan selama usaha kuliner ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak mengherankan jika wisatawan dari berbagai daerah rela mencari lokasi warung yang berada di dalam gang tersebut.

Bagi mereka, lokasi yang sedikit tersembunyi bukan menjadi masalah selama bisa menikmati ayam panggang dengan rasa yang sudah dikenal sejak lama.

Bisa Makan di Tempat atau Bawa Pulang

Selain menawarkan sejarah panjang, Ayam Panggang Ny. Anggriani juga menyediakan pilihan menu dengan harga yang cukup beragam.

Berdasarkan daftar harga yang terpampang di warung, menu utama yang tersedia adalah Panggang Utuh dengan harga Rp109.000.

Satu porsi tersebut bisa menjadi pilihan untuk makan bersama keluarga atau rombongan karena satu ekor ayam dapat dinikmati beberapa orang. Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati bagian tertentu, tersedia Panggang Mentok atau Dada dengan harga Rp25.000.

Ada pula Panggang Gending atau Paha yang dibanderol Rp25.000. Sementara itu, Panggang Kepala dijual dengan harga Rp9.000. Pilihan lainnya yaitu Panggang Rempelo seharga Rp8.000, Panggang Ati Rp8.000, serta Panggang Usus yang dibanderol Rp5.000.

Pengunjung juga dapat menambahkan sambal seharga Rp5.000 dan nasi putih Rp4.000. Jika ingin membawa pulang untuk keluarga, tersedia pula pilihan nasi box dengan harga Rp10.000.

Opsi Tujuan Kuliner

Lokasi Ayam Panggang Ny. Anggriani yang berada di dalam gang mungkin membuat wisatawan harus sedikit lebih teliti saat mencarinya. Namun, bagi pencinta kuliner tradisional, perjalanan tersebut bisa terbayar setelah mencicipi hidangan yang telah bertahan selama lebih dari 70 tahun.

Warung ini buka setiap hari sekitar pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Dengan jam operasional tersebut, waktu pagi hingga siang menjadi pilihan yang cocok bagi wisatawan yang ingin berburu kuliner khas Klaten.

Terlebih bagi wisatawan dari Solo dan daerah sekitarnya yang ingin mencari makanan tradisional dengan cerita panjang.

Ayam Panggang Ny. Anggriani pada akhirnya bukan sekadar tempat makan.

Warung ini menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah kuliner sederhana mampu bertahan melewati tiga generasi dengan tetap menjaga ciri khas rasa yang menjadi identitasnya.

Dan untuk menemukannya, wisatawan memang harus masuk lebih dulu ke sebuah gang kecil di Klaten.

Baca Juga
Posting Komentar