Nasi sek kuliner legendaris di Pantai Pariaman, dulu seratus kenyang
ARTEESID.COM - Berwisata ke Pantai Pariaman, tak lengkap bila belum menikmati Nasi Sek.
Nasi Sek merupakan nasi bungkus daun berbentuk limas dengan ukuran yang tak begitu besar.
Kuliner ini sudah muncul sejak puluhan tahun lalu. Disebut Nasi Sek karena kala itu harga hanya Rp 100 sehingga dikenal dengan sebutan Nasi Seratus Kenyang.
Seiring perjalanan waktu, kepanjangannya berubah menjadi Nasi Seribu Kenyang karena dijual Rp 1.000 per bungkus.
Saat ini, satu bungkus Nasi Sek dibanderol Rp 2.000- Rp3.000 per bungkus.
Nasi Sek ini bisa dinikmati dengan aneka lauk yang memiliki harga terpisah.
, beberapa waktu lalu sempat mencicipi Nasi Sek di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumbar.
Salah seorang penjual, Rani (33), mengatakan usaha Nasi Sek yang dijalankannya merupakan warisan dari sang ayah, Pak Rahmat.
Kini, ia meneruskan usaha keluarga tersebut dengan tetap mempertahankan cita rasa yang telah dikenal pelanggan selama bertahun-tahun.
Menurut Rani, Nasi Sek merupakan nasi putih dengan lauk sederhana yang dibungkus menggunakan daun pisang.
Pembungkus daun pisang masih dipertahankan karena menjadi ciri khas sekaligus memberikan aroma yang berbeda saat disantap.
"Dulu harganya cuma Rp1.000, sekarang kita jual Rp3.000 per bungkus," kata Rani.
Meski harga mengalami penyesuaian, Rani mengatakan minat masyarakat terhadap Nasi Sek tidak banyak berubah.
Penjualan biasanya meningkat saat Sabtu, Minggu, dan musim liburan ketika wisatawan ramai berkunjung ke Pariaman.
"Kalau paling ramai itu hari Sabtu dan Minggu," ujarnya.
Rani menambahkan, salah satu lauk yang paling banyak dicari pelanggan adalah gulai kapalo lauak (kepala ikan).
Namun, menu tersebut biasanya hanya disediakan saat akhir pekan atau hari libur karena jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan hari biasa.
"Kalau kapalo lauak biasanya ada pas Sabtu, Minggu atau hari libur. Kalau hari biasa tidak ada karena pembelinya juga tidak terlalu ramai," katanya.
Nikmat Dipadukan dengan Sala Lauak
Selain disantap begitu saja, Nasi Sek juga kerap dipadukan dengan sala lauak, jajanan khas Pariaman yang terbuat dari adonan tepung beras dan ikan yang digoreng hingga berwarna keemasan.
Seorang penjual sala lauak keliling, Sani, mengatakan banyak pelanggannya membeli sala untuk dinikmati bersama Nasi Sek.
"Biasanya orang beli Nasi Sek sekalian beli sala lauak. Memang lebih enak dimakan sama-sama," katanya.
Perpaduan nasi yang dibungkus daun pisang dengan sala lauak yang gurih menjadi salah satu cara masyarakat menikmati kuliner khas Pariaman tersebut.
Masih Jadi Langganan Pembeli
Harga yang tetap terjangkau membuat Nasi Sek memiliki banyak pelanggan setia.
Salah seorang pembeli, Yur, mengaku selalu membeli Nasi Sek setiap kali berkunjung ke Pariaman.
"Kalau ke Pariaman saya memang selalu beli Nasi Sek," katanya.
Ia sudah mengenal usaha tersebut sejak masih dikelola oleh Pak Rahmat. Meski kini diteruskan oleh Rani, cita rasa Nasi Sek dinilainya tetap tidak berubah.
Ia juga menilai harga Rp3.000 per bungkus masih tergolong murah dengan porsi yang cukup mengenyangkan.
"Masih murah. Porsinya pas, buat nambah makan atau yang makannya sedikit juga sudah cukup," ujarnya.
Kuliner yang Tetap Bertahan
Hingga kini, Nasi Sek masih menjadi salah satu kuliner yang selalu dicari saat berkunjung ke Pariaman.
Di balik bungkus daun pisangnya yang sederhana, tersimpan cita rasa yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.
Rani berharap Nasi Sek tetap dikenal oleh generasi muda sehingga kuliner khas Pariaman tersebut tidak hilang seiring perkembangan zaman.
"Mudah-mudahan Nasi Sek tetap diminati. Biar anak-anak sekarang juga tahu kalau Pariaman punya makanan khas seperti ini," ujar Rani.









.jpg)











